TUGAS ILMU
BUDAYA DASAR
BAB I
ILMU BUDAYA
DASAR
1.1
Pengertian
Ilmu Budaya Dasar
Ilmu budaya dasar adalah suatu ilmu yang
mempelajari dasar dasar dan pengertian tentang konsep yang dikembangkan untuk
mengkaji masalah-masalah kebudayaan.
1.2
Tujuan Ilmu
Budaya Dasar
Tujuan utama mata kuliah ilmu budaya dasar adalah untuk
mengembangkan kepribadian dan wawasan pemikiran, khususnya berkenaan dengan
kebudayaan, agar daya tangkap, persepsi dan penalaran mengenai lingkungan
budaya mahasiswa dapat menjadi lebih halus.
1.3
Ruang Lingkup Ilmu Budaya Dasar
Manusia tidak hanya sebagai objek pengkajian, bagaimana
hubungan manusia dengan alam, dengan sesama, dan bagaimana pula hubungan sang
pencipta menjadi tema sentral dalam IBD.
BAB II
MANUSIA DAN
KEBUDAYAAN
2.1 Pengertian
Manusia
Secara bahasa manusia berasal dari kata “manu” (Sansekerta), “mens” (Latin),
yang berarti berpikir, berakal budi atau makhluk ang berakal budi.
Secara umum manusia adalah makhluk sosial yang
senantiasa membutuhkan orang lain, oleh karena itu manusia senantiasa membutuhkan interaksi dengan
manusia yang lain.
2.2 Pengertian Hakikat Manusia
Hakikat manusia merupakan makhluk yang memiliki 3 unsur
yaitu roh, nafsu dan rasio, dimana roh merupakan simbol kebaikan, nafsu
sebagai simbol keburukan dan penggunaan kedua unsur tersebut kemudian dikontrol
dan dikendalikan oleh rasio/akal (plato).
Hakikat
manusia adalah sebagai berikut :
1. Makhluk yang memiliki tenaga dalam yang dapat
menggerakkan hidupnya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya.
2. Individu yang memiliki sifat
rasional yang bertanggung jawab atas tingkah laku intelektual dan sosial.
3. yang mampu mengarahkan
dirinya ke tujuan yang positif mampu mengatur dan mengontrol dirinya dan mampu
menentukan nasibnya.
4. Makhluk yang dalam proses
menjadi berkembang dan terus berkembang tidak pernah selesai (tuntas) selama
hidupnya.
2.3 Kepribadian Bangsa
Timur
Kepribadian bangsa timur berbeda dengan bangsa lainnya
karna bangsa timur adalah bangsa yang memiliki karakter atau kepribadian dasar
yang sopan, ramah, dan santun. Hal ini dapat ditunjukkan dengan adanya
kebiasaan yang sudah turun-temurun dilakukan oleh bangsa timur yakni misalnya,
di Jepang orang-orang akan membungkukkan badannya ketika memberi salam pada
orang lain, dan kebiasaan pelajar Indonesia yang sebelum berangkat ke sekolah
akan mencium tangan orang tua dan kemudian memberikan salam.
2.4 Pengertian Kebudayaan
Pengertian secara umum tentang budaya dapat beraneka
macam. Akan tetapi, berakhir pada intinya yang hanya satu yaitu cara hidup yang
dimiliki bersama oleh kelompok masyarakat tertentu. Kebudayaan merupakan hasil dari
karya cipta, rasa, dan karsa manusia. Lingkupnya mencakup banyak aspek
kehidupan seperti hukum, keyakinan, seni, adat atau kebiasaan, susila, moral,
dan juga keahlian.
2.5 Unsur-Unsur
Kebudayaan
1. Unsur Bahasa
Bahasa merupakan cara ucap manusia. Pengucapan yang
elok dan merupakan salah satu elemen yang sudah menjadi tradisi. Terus menerus
diturun temurunkan sehingga antar manusia di suatu kelompok atau daerah atau
bangsa dapat melakukan komunikasi dengan cara mereka sendiri. Bahasa juga
digunakan untuk mengadaptasi tradisi. Dibagi menjadi dua, yaitu bahasa ucapan
dan bahasa tulisan.
2. Sistem Kepercayaan
sangat penting karena merupakan salah satu yang
dijadikan pegangan oleh manusia dalam menjalani kehidupannya. Kepercayaan juga akan
menghubungkan manusia dengan penciptanya, membuat hal – hal yang terlihat
mustahil bisa diterima akal sebagai wujud keajaiban dan anugrah dari Tuhan.
3. Ilmu pengetahuan
dibutuhkan dalam kebudayaan untuk memenuhi rasa ingin
tahu manusia terhadap suatu hal.
Sistem ilmu pengetahuan dibagi ke dalam 6 hal:
a.
Pengetahuan Alam
b.
Pengetahuan Tumbuhan
c.
Pengetahuan Binatang
d.
Pengetahuan Tubuh Manusia
e.
Pengetahuan Sifat dan Tingkah
Laku Manusia
f.
Pengetahuan Ruang dan Waktu
4. Sistem Teknologi
menjadi sistem peralatan dan perlengkapan manusia dalam
menjalani hidupnya. Sistem teknologi yang merupakan perkembangan dari
teknologi masa lalu yang sifatnya sederhana.
5. Sistem Kemasyarakatan
/ Kekerabatan
masih digunakan manusia hingga
sampai sekarang untuk bersosialisasi dan menjalin hubungan. Menurut L.H Morgan, ada
beberapa macam sistem kekerabatan yaitu garis parental (keturunan ayah dan
ibu), garis alternered yang mengajarkan bahwa perempuan dan laki – laki
berkedudukan sama, dan garis keturunan ibu yang mana kedudukan perempuan lebih
tinggi dari laki – laki.
6. Sistem Ekonomi / Mata
Pencaharian
kebudayaan Indonesia secara garis besar terdiri dari
berburu dan meramu, beternak, bercocok tanam, menangkap ikan, dan sistem irigasi
atau pengairan.
7. Kesenian
Seni merupakan suatu ekspresi terhadap keindahan.
Koentjaraningrat membagi seni menjadi dua yaitu seni rupa dan seni suara.
2.6 Wujud Kebudayaan
1.
Nilai
Budaya
Nilai – nilai ini dipelajari oleh masyarakat sejak
kecil, sulit untuk digoyahkan dan menghasilkan gagasan di kemudian hari.
2.
Sistem
Budaya
Sifatnya abstrak, dalam perwujudannya berpola dan
berdasarkan sistem tertentu.
3.
Sistem
Sosial
menggambarkan tingkah laku manusia yang terus berjalan
dengan pola tertentu dan aturan tertentu.
4.
Kebudayaan
Fisik
Artinya memiliki bentuk dan bisa dilihat.
2.7 Orientasi Nilai
Budaya
Kluckhohn dalam
Pelly (1994) mengemukakan bahwa
nilai budaya merupakan sebuah konsep beruanglingkup
luas yang hidup dalam alam fikiran sebahagian
besar warga suatu masyarakat, mengenai apa yang paling berharga dalam hidup.
Rangkaian konsep itu satu sama lain saling berkaitan dan merupakan sebuah
sistem nilai – nilai budaya.
2.8 Perubahan
Kebudayaan
Pengaruh kebudayaan asing melalui kontak budaya secara
langsung terjadi pengaruh timbal balik atau saling memengaruhi sehingga
menimbulkan perubahan kebudayaan. Perubahan kebudayaan adalah perubahan
yang terjadi akibat ketidaksesuaian di antara unsur-unsur kebudayaan yang saling
berbeda sehingga terjadi keadaan yang tidak serasi fungsinya bagi kehidupan.
Perubahan kebudayaan akan berjalan secara terus-menerus bergantung pada
dinamika masyarakat.
2.9 Kaitan Manusia dan
Kebudayaan
Manusia dan kebudayaan merupakan salah satu ikatan yang tidak bisa
dipisahkan dalam kehidupan ini. Manusia sebagai makhluk Tuhan yang paling
sempurna menciptakan kebudayaan mereka sendiri dan melestarikannya secara turun
menurun. Budaya tercipta dari kegiatan sehari hari dan juga dari
kejadian-kejadian yang sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa.
Secara sederhana hubungan antara manusia dengan kebudayaan ketika
manusia sebagai perilaku kebudayaan, dan kebudayaan tersebut merupakan objek
yang dilaksanakan sehari-hari oleh manusia.
BAB III
ILMU BUDAYA DASAR DALAM KESUSASTRAAN
3.1 Pendekatan Kesusastraan
Ilmu Budaya Dasar pada kali ini berkaitan dengan budaya
yang ada dalam keseharian dan budaya bangsa. Ada istilah Humanities yang
berasal dari bahasa latin yaitu, manusiawi, berbudaya, dan halus. Istilah
Humanities berkaitan dengan cabang-cabang ilmu lainnya seperti filsafat,
teologi, seni, dan cabang-cabangnya termasuk satra, sejarah, cerita rakyat,
dsb. Dari semua itu intinya adalah mempelajari masalah manusia dan
kebudayaan. Sebagai contohnya dalam bidang seni. Seni lebih berbicara
banyak dalam kebudayaan, bahkan budaya dapat menggambarkan ciri dari suatu
bangsa yang bermartabat.
3.2 Ilmu Budaya Dasar yang Dihubungkan dengan Prosa
Prosa adalah cerita rekaan dan diartikan sebagai bentuk
cerita atau prosa kisahan yang mempunyai pameran,lakuan,peristiwa dan alur yang
dihasilkan oleh daya khayal atau imajinasi. Dalam kesusastraan kita mengenal
jenis prosa lama dan prosa baru.
Prosa lama :
a. Dongeng: Cerita yang tidak
benar-benar terjadi.
b. Hikayat: Cerita yang sulit
diterima akal,merupakan cerita rekaan, namun memiliki Pesan dan amanat bagi
pembacanya.
c. Sejarah: Kejadian masa
lampau yang benar-benar terjadi atau riwayat asal-usul.
Prosa baru :
d. Kisah: Satuan naratif yang
seringkali dibedakan dari cerita.
e. Cerpen: Suatu bentuk prosa
naratif fiktif, cenderung padat dan langsung pada tujuannya,
f. Novel: Karya fiksi prosa
yang tertulis dan naratif, biasanya berbentuk cerita.
g. Biografi: Kisah atau
keterangan tentang kehidupan seseorang.
h. Otobiografi: Biografi yang
ditulis oleh subyeknya.
3.3 Nilai-Nilai Prosa Fiksi
1. Prosa fisksi
memberikan kesenangan
Keistimewaan
kesenangan yang diperoleh dan membaca fiksi adalah pembaca mendapatkan
pengalaman sebagaimana mengalaminya sendiri peristiwa itu peristiwa atau
kejadian yang dikisahkan. Pembaca dapat mengembangkan imajinasinya untuk
mengenal daerah atau tempat yang asing, yang belum dikunjunginya atau yang tak
mungkin dikunjungi selama hidupnya. Pembaca juga dapat mengenal tokoh-tokoh
yang aneh atau asing tingkah lakunya atau mungkin rumit perjalanan hidupnya
untuk mencapai sukses.
2. Prosa fiksi
memberikan informasi
Fiksi memberikan
sejenis infonnasi yang tidak terdapat di dalam ensildopedi. Dalam novel sexing
kita dapat belajan sesuatu yang lebih datipada sejarah atau laporan jumalistik
tentang kehidupan masa kini, kehidupan masa lalu, bahkan juga kehidupan yang
akan datang atau kehidupan yang asing sama sekali.
3. Prosa fiksi
memberikan warisan kultural
Prosa fiksi dapat
menstimuli imaginasi, dan merupakan sarana bagi pemindahan yang tak
henti-hentinya dari warisan budaya bangsa.
4. Prosa memberikan
keseimbangan wawasan
Lewat prosa fiksi
seseorang dapat menilai kehidupan berdasarkan pengalaman¬pengalaman dengan
banyak individu. Fiksi juga memungkinkan labih banyak kesempatan untuk memilih
respon-respon emosional atau rangsangan aksi yang mungkin sangat berbeda
daripada apa yang disajikan dalam kehidupan sendiri.
BAB IV
CINTA KASIH
4.1
Pengertian Cinta Kasih
Menurut kamus umum bahasa Indonesia karya W.J.S Poerwa
Darminta, cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) sayang (kepada),
ataupun (rasa) sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih
artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan, dengan
demikian arti cinta dan kasih hampir bersamaan, sehingga kata kasih memperkuat
rasa cinta. Cinta kasih dapat diartikan sebagai
perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas
kasih.
4.1.1
Kasih Sayang
Pengertian kasih sayang menurut kamus umum bahasa
Indonesia karangan W.J.S.Porwadarminta adalah perasaan sayang, perasaan cinta
atau perasaan suka kepada seseorang. Dalam kehidupan berumah tangga kasih
sayang merupakan kunci kebahagiaan. Kasih sayang ini merupakan
pertumbuhan dari cinta. Dalam kasih sayang sadar atau tidak sadar dari
masing-masing pihak dituntut tanggung jawab, pengorbanan, kejujuran, saling
percaya, saling pengertian, saling terbuka, sehingga keduanya merupakan
kesatuan yang bulat dan utuh. Kasih sayang yang tidak disertai
kejujuran, terancamlah kebahagian rumah tangga itu.
4.1.2
Kemesraan
Kemesraan berasal dari kata mesra yang
berarti erat atau karib sehingga kemesraan berarti hal yang menggambarkan keadaan sangat erat atau karib. Kemesraan juga
bersumber dari cinta kasih dan merupakan
realisasi nyata. Kemesraan dapat diartikan sama dengan kekerabatan, keakraban
yang dilandasi rasa cinta dan kasih.
Tingkatan kemesraan dapat dibedakan berdasarkan umur, yaitu :
1. Kemesraan dalam tingkat remaja
2. Kemesraan dalam rumah tangga
3. Kemesraan manusia usia lanjut
4.1.3
Pemujaan
Pemujaan adalah salah
satu manifestasi cinta manusia kepada Tuhannya yang diwujudkan dalam bentuk
komunikasi ritual. Kecintaan manusia kepada Tuhan tidak dapat dipisahkan dari
kehidupan manusia.Hal ini ialah karena pemujaan kepada Tuhan adalah inti , nilai
dan makna kehidupan yang sebenarnya.
4.1.4
Belas
Kasihan
Dalam cinta sesama
ini dipergunakan istilah belas kasih, karena cinta disini bukan karena
cakapnya, kayanya, cantiknya, pandainya, melainkan karena penderitaanya. Perbuatan atau sifat menaruh belas kasihan adalah orang yang
berakhlak, manusia mempunyai potensi untuk berbelas kasihan.
4.1.5 Cinta Kasih Erotis
Cinta
kasih kesaudaraan merupakan cinta kasih antara orang-orang yang sama-sama
sebanding, sedangkan cinta kasih ibu merupakan cinta kasih terhadap orang-orang
yang lemah tanpa daya. Kedua-duanya
mempunyai kesamaan bahwa pada hakekatnya cinta kasih tidak terbatas kepada
seseorang saja. Berlawan dengan kedua jenis cinta kasih tersebut ialah
cinta kasih erotis, yaitu kehausan akan penyatuan akan penyatuan yang sempurna,
akan penyatuan dengan seseorang. Pada hakekatnya cinta kasih tersebut bersifat
ekslusif, bukan universal, dan juga barangkali merupakan bentuk cinta kasih
yang paling tidak dapat dipercaya.
DAFTAR PUSTAKA