Ilmu Sosial Dasar

DISUSUN OLEH
Andini Eva Lestari (50418755)
KELAS
1IA23
UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA
2018
2018
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Mahasiswa adalah generasi penerus
bangsa yang diyakini mampu bersaing dan mengharumkan nama bangsa, juga mampu
menyatukan serta menyampaikan pikiran dan hati nurani untuk memajukan bangsa.
Mahasiswa juga dianggap sebagai kaum intelektual atau kaum cendekiawan oleh
masyarakat.
Sebagai seorang terpelajar dan bagian
masyarakat, mahasiswa memiliki peran yang kompleks dan menyeluruh sehingga
dikelompokkan dalam tiga fungsi yaitu agent
of change, social control dan iron
stock. Mahasiswa sebagai iron stock
berarti mahasiswa seorang calon pemimpin bangsa masa depan. Untuk menjadi iron stock perlu adanya softskill yang harus dimiliki mahasiswa
seperti kepemimpinan, kemampuan memposisikan diri, interaksi lintas generasi
dan sensitivitas yang tinggi.
Menurut Jibi (2011), Masrukhi menilai
saat ini banyak mahasiswa yang lebih berorientasi pada gaya hidup. Ada lima
wajah mahasiswa yang nampak dalam relitas diri dan sosial. Wajah pertama,
mahasiswa idealis-konfrontatif yang
cenderung aktif menentang kemapanan seperti demonstrasi. Kedua, mahasiswa idealis-realistis, lebih kooperatif dalam perjuangan menentang
kemapanan. Ketiga, mahasiswa opporunis,
yang cenderung mendukung pemerintah yang tengah berkuasa, kemudian mahasiswa
profesional, yakni mahasiswa yang hanya berorientasi pada kuliah atau belajar.
Empat, wajah mahasiswa hanya ada sekitar 10%, 90% lainnya adalah wajah kelima,
yakni mahasiswa rekreatif yang berorientasi pada gaya hidup glamor dan
bersenang-senang.
B.
Rumusan
Masalah
Berdasarkan latar belakang yang sudah
dijelaskan maka permasalahan yang akan dibahas adalah :
1. Mengidentifikasi
definisi mahasiswa
2. Mahasiswa Sebagai Warga Negara
3. Peranan
dan Fungsi Mahasiswa Dalam Era Reformasi
BAB II
PEMBAHASAN
A. Definisi
Mahasiswa
Mahasiswa terdiri dari dua suku kata
maha dan siswa. Mahasiswa adalah sebutan bagi orang yang sedang menempuh
pendidikan tinggi disebuah perguruan tinggi yang terdiri atas sekolah tinggi,
akademi, dan yang paling umum adalah universitas.
Dalam menghadapi permasalahan,
mahasiswa harus melakukan analisa terhadap masalah tersebut. Mencari bahan
pendukung untuk lebih memahami permasalahan tersebut. Kemudian memunculkan alternatif
solusi dan memilih satu solusi dengan pertimbangan yang matang. Dan pada
akhirnya harus mampu mempresentasikan solusi yang dipilih ke orang lain untuk
mempertanggung jawabkan pemilihan solusi tersebut.
B. Mahasiswa
Sebagai Warga Negara
1. Negara
organisasi terbesar pada suatu bangsa berpengaruh terhadap warganya warga
Negara. Dituntut untuk patuh, berdisiplin, berpartisipasi dalam hidup
bernegara.
2. Negara
menjamin hak-hak warga Negara sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.
3. Hukum,
peraturan, perundang-undangan Negara yang berlaku, mengikat setiap warga Negara
dewasa.
4. Mahasiswa
sebagai warga Negara harus paham hukum pidana.
C. Peranan dan Fungsi Mahasiswa Dalam Era Reformasi
Mahasiswa selalu menjadi bagian dari
perjalanan sebuah bangsa. Roda sejarah demokrasi selalu menyertakan mahasiswa
sebagai pelopor, penggerak, bahkan sebagai pengambil keputusan. Hal tersebut
tela h terjadi di berbagai negara di dunia, baik di Timur maupun di Barat.
Pemikiran kritis, demokratis, dan
konstruktif selalu lahir dari pola pikir para mahasiswa. Suara-suara mahasiswa
kerap kali merepresentasikan dan mengangkat realita sosial yang terjadi di
masyarakat. Sikap idealisme mendorong mahasiswa untuk memperjuangkan sebuah
aspirasi pada penguasa, dengan cara mereka sendiri.
Dalam hal ini, secara umum mahasiswa
menyandang tiga fungsi strategis, yaitu :
1. Sebagai
penyampai kebenaran (agent of social control)
2. Sebagai
agen perubahan (agent of change)
3. Sebagai
generasi penerus masa depan (iron stock)
Mahasiswa dituntut untuk berperan
lebih, tidak hanya bertanggung jawab sebagai kaum akademis, tetapi diluar itu
wajib memikirkan dan mengembang tujuan bangsa. Dalam hal ini keterpaduan
nilai-nilai moralitas dan intelektualitas sangat diperlukan demi berjalannya peran
mahasiswa dalam dunia kampusnya untuk dapat menciptakan sebuah kondisi
kehidupan kampusyang harmonis serta juga kehidupan diluar kampus.
Peran dan fungsi mahasiswa dapat
ditunjukkan :
Ø Secara santun tanpa mengurangi esensi
dan agenda yang diperjuangkan.
Ø Semangat mengawal dan mengawasi
jalannya reformasi, harus tetap tertanam dalam jiwa setiap mahasiswa.
Ø Sikap kritis harus tetap ada dalam
diri mahasiswa, sebagai agen pengendali untuk mencegah berbagai penyelewengan
yang terjadi terhadap perubahan yang telah mereka perjuangkan.
Dengan begitu, mahasiswa tetap
menebarkan bau harum keadilan sosial dan solidaritas kerakyatan.
Kemampuan yang harus dimiliki seorang
mahasiswa :
1. Soft
skill (Kemampuan Kepribadian)
a. adalah salah satu faktor untuk sukses pada
pendidikan yang ditempuh dan juga penentu untuk masa depan seseorang dalam
menjalani hidupnya, Karena soft skill hampir 80 % menentukan keberhasilan
seseorang.
b. Kemampuan
soft skill yang perlu dimiliki seorang mahasiswa :
1)
Manajemen
waktu, dan Kepemimpinan (leadership)
2)
Tingkat
kepercayaan yang tinggi (self confidence)
3)
Selera
humor yang tinggi (sense of humor)
4)
Memiliki
keyakinan dalam agama (spiritual capital)
2. Hard
Skill (Kemampuan Intelektual)
hanya mendukung
20 % dari pencapaian prestasi dan keberhasilan seseorang. Jika kemampuan softskill
ini di miliki oleh kita, maka kita akan menjadi orang yang baik di masa depan,
sebab saat ini yang terjadi banyak orang yang penting tapi sedikit yang baik.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Dari kesimpulan yang di dapat adalah kita sebagai mahasiswa yang
merupakan generasi penerus bangsa harus mampu bersaing untuk memajukan bangsa. Dalam
menghadapi permasalahan yang ada, mahasiswa harus melakukan analisa terhadap
masalah tersebut. Mahasiswa menyandang tiga fungsi strategis; sebagai penyampai
kebenaran, agen perubahan, dan generasi penerus masa depan. Mahasiswa harus
memiliki kemampuan softskill dan hardskill.
REFERENSI